RINCIAN ANGGOTA AIPNI

  Nama institusi : UNIVERSITAS BAKTI INDONESIA  
  Program Studi : S-1 KEPERAWATAN  
  SK Ijin Pendirian : 32/D/O/2009  
  Status Akreditasi Ners : Belum  
  Status Akreditasi : Dalam proses pengajuan  
DATA ALAMAT
  Alamat : Kampus Terpadu Bumi Cempokosari No. 40 Cluring Banyuwangi 68482  
  Kota : BANYUWANGI  
  Propinsi : Jawa Timur  
  Telepon : 0333392720  
  Fax : 0333392216  
  Email : ubi_bwi@ymail.com  
  Website : http://www.aipni-ainec.com  
STATUS KEANGGOTAAN
  Status keanggotaan : Terdaftar  
  Nomor Anggota : 279/AIPNI/2014  
  Tanggal diterima : 01-01-1970  
PENANGGUNG JAWAB DAN CONTACT PERSON (CP)
  Nama rektor / pimpinan : SULISTIYONO, S.Pd., M.M.  
  Ketua Program / Dekan : EKA SUCI DANIYANTI, S.K.M.  
  CP 1 : BAGIYO NUGROHO, S.Kep  
  CP 2 : LIZA FITRIATUL MUAFI, Amd.Kep.  
  CP 3 : RATIH EKA FITRIANINGRUM, S.Kep,Ns  
DATA INSTITUSI MITRA DAN RUMAH SAKIT
  Memiliki rumah sakit? : Tidak  
  Nama rumah sakit : Tidak memiliki rumah sakit  
  Institusi mitra : RSUD Blambangan Banyuwangi, RSUD Genteng Banyuwangi, RSJ MENUR Surabaya, Rumah Sakit Jiwa Dr.Radjiman Wediodiningrat Malang  
PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)
  Apakah menerapkan KBK : Sudah  
  Mulai melaksanakan KBK : 2009  
  Model Pembelajaran KBK : Prosedur Penerapan Kurikulum berbasis kompetensi dalam menyukseskan implementasi kurikulum merupakan proses usaha kuliah dan pembentukan kompetensi mahasiswa yang direncanakan. Adapun prasedur penerapan KBK adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Awal atau Pembukaan a. Pembinaan keakraban b. Pre tes (tes awal) Setelah pembinaan keakraban, kegiatan yang dilakukan adalah dengan pre tes. Pre tes ini memiliki banyak kegunaan dalam menjajagi proses perkuliahan yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu pre tes memegang peranan yang sangat penting dalam proses perkuliahan, yaitu: 1) Untuk menyiapkan Mahasiswa dalam proses kuliah, karena dengan pre tes maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang mereka jawab atau kerjakan. 2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan Mahasiswa sehubungan dengan proses perkuliahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes. 3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah memiliki Mahasiswa mengenai bahan ajar yang akan dijadikan topik dalam proses perkuliahan. 4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses perkuliahan dimulai, tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai Mahasiswa dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. Untuk mencapai fungsi yang ketiga dan yang keempat maka hasil pre tes segera diperiksa, sebelum pelaksanaan proses perkuliahan inti dilaksanakan. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara cepat dan cermat, jangan sampai mengganggu suasana kuliah, dan jangan sampai mengalihkan perhatian Mahasiswa. Untuk itu pada waktu memeriksa pre tes perlu diberikan kegiatan lain, misalnya membaca hand out, atau text books. Dalam hal ini pre tes sebaiknya dilakukan secara tertulis, meskipun bisa saja dilaksanakan sesara lisan atau perbuatan. 2. Kegiatan Inti atau pembentukan Kompetensi Kegiatan inti perkuliahan antara lain mencakup penyampaian informasi tentang bahan kuliah atau memberi standar, membahas materi standar untuk membentuk kompetensi Mahasiswa, serta melakukan tukar pengalaman dan pendapat dalam membahas materi atau problem yang dihadapi bersama. Kegiatan inti perkuliahan atau pembentukan kompetensi mencakup berbagai langkah yang perlu ditempuh oleh Mahasiswa dan Dosen sebagai fasilitator untuk mewujudkan kompetensi dasar. Prosedur yang ditempuh dalam pembentukan kompetensi adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan kompetensi dasar dan materi standar yang telah dituangkan dalam perencanaan perkuliahan, Dosen menjelaskan kompetensi minimal yang harus dicapai Mahasiswa, dan cara kuliah individual. 2) Dosen menjelaskan materi standar secara logis dan sistematis, pokok bahasan dikemukakan dengan jelas atau tertulis dipapan tulis. 3) Membagikan materi standar atau sumber kuliah berupa handout dan foto copy beberapa bahan yang akan dipelajari. 4) Membagikan lembaran kegiatan untuk setiap Mahasiswa. 5) Dosen memantau dan memeriksa kegiatan Mahasiswa dalam mengerjakan lembaran kegiatan sekaligus memberikan bantuan, arahan bagi mereka yang memerlukan. 6) Setelah selesai diperiksa bersama-sama dengan cara menukar pekerjaan dengan teman lain, lalu Dosen menjelaskan setiap jawabannya. 7) Kekeliruan dan kesalahan jawaban diperbaiki oleh Mahasiswa jika ada yang kurang jelas, Dosen memberi kesempatan bertanya, tugas atau kegiatan mana yang perlu penjelasan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk saling bertukar informasi antar Mahasiswa dan antar Mahasiswa dengan Dosen mengenai topik yang dibahas. 3. Kegiatan Akhir atau Penutup Kegiatan akhir perkuliahan atau penutup dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) Tugas Tugas yang diberikan merupakan tindak lanjut dari pembelajran inti atau pembentukan kompetensi, yang dilakukan berkenaan dengan materi standar yang telah dipelajari maupun materi yang berikutnya. 2) Post Tes Pada umumnya pelaksanaaan perkuliahan diakhiri dengan post tes. Adapun fungsi post tes sendiri adalah: • Untuk mengetahui tingkat penguasaan Mahasiswa terhadap kompetensi yang telah ditentukan, baik secara individu maupun kelompok. • Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh Mahasiswa, serta kompetensi dan tujuan yang belum dikuasai. • Untuk mengetahui Mahasiswa-Mahasiswa yang perlu mengikuti kegiatan remedial. • Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen modul dan proses perkuliahan yang telah dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi.
  Kendala pelaksanaan KBK : Kurangnya macam metode perkuliahan bernuansa KBK, Pengaplikasian sesuai materi yang diberikan, belum adanya panduan yang jelas dan baku tentang rambu-rambu pelaksanaan KBK, beluam ada pelaksanaan diklat tentang penerapan sistem KBK.
  LIST ANGGOTA