Beasiswa S-2 dan S-3 Dikti di Belanda-Selandia Baru

Selasa, 29/11/2011 WIB

KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan NUFFIC-NESO Indonesia serta beberapa perguruan tinggi di Selandia Baru membuka pendaftaran S-2/S-3 ke Belanda dan Selandia Baru untuk alokasi tahun 2012. Peluang beasiswa ini ditujukan kepada dosen tetap perguruan tinggi negeri, dosen DPK, dan dosen tetap yayasan (perguruan tinggi swasta atau PTS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kesempatan ini diutamakan untuk program S-3 (PhD).

Bagi yang berminat, Anda harus mendaftar secara online melalui situs www.dikti.go.id. Setelah mendaftar, Anda akan memperoleh nomor registrasi online. Pendaftaran masih terbuka hingga 5 Desember 2011. Pelamar juga diharuskan untuk mengirimkan berkas-berkas berupa:

1. Nomor registrasi online.
2. Nomor induk dosen nasional (NIDN).
3. Surat rektor dan/atau Kopertis (untuk PTS).
4. Form-A Dikti.
5. Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang dituju.
6. Fotokopi ijazah S-1 bagi pelamar jenjang S-2, dan ijazah S-2 bagi pelamar jenjang S-3.
7. Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS) atau Belanda (maksimal 2 tahun terakhir).
8. Surat rekomendasi (3 buah), dan
9. Proposal penelitian (terutama untuk pelamar S-3).

Semua berkas tersebut harus dikirimkan sebelum tanggal 9 Desember 2011 pukul 15.00 WIB ke:

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Ditjen Pendidikan Tinggi
Kompleks Kemdikbud Gedung D Lantai 5
Jalan Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta 10270

Informasi lebih jauh silakan mengaksesnya melalui situs www.dikti.go.id

Selasa, 29/11/2011 WIB

Anda dapat mengunduh Panduan Pendaftaran Online Rapat Umum Anggota IV melalui link di bawah ini:

  1. Buku Panduan penggunaan website: PANDUAN PENDAFTARAN ONLINE rua 2013
Selengkapnya
Selasa, 29/11/2011 WIB
Salah satu misi AIPNI adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi Keperawatan, oleh karena itu AIPNI mengadakan kegiatan Benchmarking ke negara-negara tetangga yang diperkirakan pendidikan keperawatan telah lebih maju. Selengkapnya